arta tak pernah tidur, dan salah satu buktinya adalah denyut nadi kuliner yang baru benar-benar hidup setelah matahari terbenam. Bagi para pecinta santapan larut malam, Perburuan Jajanan Malam seringkali berujung pada satu lokasi legendaris di Jakarta Selatan, yaitu kawasan Blok S, yang menjadi melting pot para pedagang kaki lima, terutama penjaja Gultik. Gultik, singkatan dari Gule Tikungan, adalah hidangan gule sapi berkuah santan kental yang disajikan dalam porsi mini, menjadikannya pilihan favorit untuk mengganjal perut di tengah malam.
Fenomena Gultik berpusat di sepanjang tikungan jalan kawasan tersebut, yang menjadi asal mula namanya. Setiap malam, puluhan gerobak berjejer rapi mulai beroperasi tepat pukul 18.00 WIB. Aroma rempah dan gurih dari kuah gule mulai menyebar, menarik perhatian para pengendara yang melintas maupun pengunjung yang sengaja datang dari berbagai penjuru kota. Meskipun porsinya kecil—biasanya hanya satu atau dua centong nasi—rasanya yang kuat, dilengkapi dengan taburan bawang goreng melimpah dan kerupuk emping, menciptakan kombinasi yang membuat ketagihan. Harganya yang terjangkau, rata-rata Rp15.000 per porsi pada tahun 2025, menjadikannya daya tarik tersendiri.
Perburuan Jajanan Malam di Blok S ini mencapai puncaknya menjelang tengah malam, antara pukul 23.00 WIB hingga 01.00 WIB. Keramaian tidak hanya didominasi oleh warga lokal, tetapi juga wisatawan domestik yang ingin mencoba langsung keunikan kuliner jalanan Jakarta. Untuk menjaga ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan padat ini, Sersan Mayor Budi Santoso dari Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan secara rutin menempatkan dua personel di sekitar lokasi, terutama setiap malam Minggu. Pengaturan lalu lintas dimulai pukul 20.00 WIB hingga gerobak-gerobak mulai tutup menjelang subuh.
Kisah di balik Gultik juga menarik. Salah satu pedagang tertua, Bapak Parmin (62 tahun), yang memulai usahanya di tikungan tersebut sejak tahun 1985, menceritakan bahwa resep gule yang ia gunakan adalah warisan turun temurun dengan bumbu rahasia yang direbus minimal selama empat jam untuk menghasilkan kuah yang benar-benar pekat dan lembut. Inovasi kuliner ini berkembang pesat. Kini, selain Gultik, kawasan ini juga diramaikan oleh penjual aneka sate taichan dan roti bakar, melengkapi daftar menu Perburuan Jajanan Malam di area tersebut.
Para pedagang diwajibkan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban. Berdasarkan surat edaran dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jakarta Selatan yang dikeluarkan pada tanggal 12 Februari 2025, pedagang harus membongkar gerobak mereka sepenuhnya pada pukul 05.00 WIB setiap hari dan tidak meninggalkan sisa sampah di lokasi. Kepatuhan ini penting untuk memastikan kawasan Blok S dapat berfungsi normal sebagai jalur utama perkotaan di pagi hari. Oleh karena kekhasannya, Gultik Blok S telah menjadi ikon kuliner malam Jakarta, membuktikan bahwa makanan sederhana dengan rasa autentik mampu menciptakan daya tarik ekonomi dan sosial yang masif.